Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
v.(^^,)

Cari Pengalaman tanpa Mengenal Medan

Cari Pengalaman tanpa Mengenal Medan

Tuesday, December 15, 2009

Bismillaahirrohmaanirroohiim

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakatuh...

SAudaraku,
Jangan bersedih, sebab Alloh senantiasa membela Anda, para malaikat
selalu memintakan ampunan untuk Anda, orang-orang mukminin bersatu
mendoakan diri Anda setiap usai shalat, Nabi memberikan syafaat, dan al-
Qur'an memberikan janji yang baik. Namun di atas segalanya, ada kasih
sayang Dzat Yang Maha Pengasih.

SAudaraku,
Jangan bersedih, sesungguhnya satu kebaikan itu akan dibalas dengan
sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus kali lipat. Bahkan dengan kelipatan
yang tidak terhingga. Sedangkan kejahatan itu hanya akan dibalas
dengan kejahatan yang serupa, kecuali jika Allah memberikan ampunan. Bukankah Allah memiliki demikian banyak kemurahan yang tidak ada bandingannya?

SAudaraku,
Jangan bersedih, karena Anda termasuk pemuka-pemuka Tauhid,
pembawa agama yang hak, dan ahli kiblat. Dalam diri Anda terdapat dasar cinta kepada Alloh dan cinta kepada Rasululoh. Anda merasa menyesal saat melakukan dosa, dan gembira saat melakukan kebaikan. Anda memiliki kebaikan tapi tidak menyadarinya.

SAudaraku,
Jangan bersedih, sebab Anda selalu berada dalam kebaikan, baik dalam
keadaan sengsara maupun bahagia, dalam keadaan kaya maupun miskin,
dan dalam keadaan tertekan maupun lapang. Sebagaimana Rasululloh
sabdakan, "Sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin."

Semoga Alloh ridho PAda hidup yang sebentar ini...
Sebaik baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya saudaraku..

Perbanyak maaf..

salam.

( Aid - AlQorni )

Sunday, December 13, 2009


Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1431 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hijrah beliau adalah garis pembatas antara yang hak dan yang batil.

Dalam menghadapi tahun baru hijriyah ini, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Mereka tidak mau mencukupkan diri dengan ajaran nabi. Padahal Ibnu Mas’ud mengatakan pada kita:
ITTABI’U WA LAA TABTADI’U FAQOD KUFITUM, KULLU BID’ATIN DHOLALAH (Ikutilah ajaran nabi. Janganlah kalian membuat bid’ah. Ajaran Nabi sudah cukup bagi kalian. Ketahuilah bahwa setiap bid’ah adalah sesat).(Diriwayatkan oleh Ath Thobrony).

Beberapa kekeliruan inilah yang kita akan bahas sekarang. Semoga Allah memudahkan urusan ini.


KEKELIRUAN PERTAMA: Mengamalkan do’a awal dan akhir tahun
Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits. Bahkan yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya. Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan. Amalan do’a ini termasuk perkara yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Karena ingatlah bahwa kita hanya punya satu nabi yang harus diikuti. Jika amalan ini disyariatkan oleh seorang ulama, kyai atau ustadz, maka ketahuilah bahwa setiap perkataan manusia harus kita tolak jika bertentangan dengan ajaran nabi kita. Itu yang harus kita ingat.

KEKELIRUAN KEDUA: Puasa awal dan akhir tahun
Amalan puasa ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali. Bahkan hadits yang menjelaskan fadhilah atau keutamaan amalan ini adalah hadits dari para pendusta dan pemalsu hadits, sebagaimana dikatakan oleh Imam Al Fatani dalam Tadzkiratul Maudhu’at. Jadi, amalan seperti ini tidak perlu diamalkan karena tidak ada tuntunannya.

KEKELIRUAN KETIGA: Merayakan Tahun Baru Hijriyah
Sikap seperti ini dalam menyambut tahun baru hijriyah juga suatu kekeliruan. Perbuatan semacam ini cuma sekedar meniru-niru orang kafir yang merayakan tahun baru masehi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda pada kita: MAN TASYABBAHA BIQOUMIN FAHUWA MINHUM. (Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka). (HR. Abu Daud. Syaikhul Islam mengatakan: sanadnya jayid).

Jadi tidak perlu mengadakan pengajian yang dipas-pasin dengan tahun baru hijriyah, untuk memperingati hari tersebut. Begitu pula tidak perlu bersengaja makan-makan, menyalakan lilin atau lampu dari biasanya. Ini semua adalah perbuatan meniru orang Nashrani yang merayakan tahun baru masehi dengan menyalakan lilin, membuat makanan dan bernyanyi ria.


Seorang muslim tidak boleh mengikuti jejak mereka,tidak boleh meniru-niru mereka walaupun dalam hati tidak ada niat meniru mereka. Karena ingatlah bahwa larangan meniru orang kafir tetap berlaku baik dengan niat mengikuti mereka ataupun tidak. Ingatlah hal ini.


Dan juga perlu diperhatikan bahwa merayakan tahun baru hijriyah tidak pernah dilakukan oleh Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan sahabat lainnya. Padahal mereka adalah orang yang semangat dalam beramal dan semangat dalam mengikuti ajaran nabi. Namun kenapa mereka tidak melakukan perayaan ini? Karena memang perayaan seperti ini hanya meniru-niru orang kafir dan tidak ada tuntunannya sama sekali.


“LAU KANA KHOIRON LASABAQUNA ILAIH” (Seandainya hal itu baik, tentu mereka, para sahabat akan mendahului kita dalam melakukannya).

“Ikutilah jalan kebenaran, walaupun sedikit orang yang menitinya dan jauhilah jalan kebinasaan, sekalipun banyak orang yang mengikutinya”, itulah untaian kata yang sangat indah dari Fudhail bin Iyadh.


Jadi menghidupkan tahun baru hijriyah bukanlah dengan melakukan hal-hal di atas. Cukuplah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai contoh kita. Apa yang beliau tidak amalkan, itu juga adalah sunnah (ajaran) beliau dan patut kita contoh.


Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya. Namun sudahkah kita mencintai dan menggunakan kalender hijriyah, itulah yang harus kita ingat baik-baik pada saat ini.
Marilah kita menggunakan kalender hijriyah dalam setiap tulisan dan aktifitas kita. Itulah yang mulai dilupakan kaum muslimin di tahun baru ini. Pasti di antara kita tidak tahu sekarang tanggal berapa hijriyah?

Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan.


Sumber: www.rumaysho.wordpress.com

Monday, December 7, 2009

Cari Pengalaman tanpa Mengenal Medan

21-22 November...,sabtu-minggu...,coba-coba menantang diri melalui medan yang belum pernah ditempuh. Bukan Medan nama kota loh,,tepatnya medan dalam artian situasi di perjalanan. Yups..,jadi waktu hari sabtu minggu itu mencoba ke Bogor tepatnya ke IPB yang di Darmaga dengan menggunakan kendaraan roda dua sendirian.

Sabtu minggu itu bertepatan dengan acara ISO yang diadakan di IPB sana. Rencana sebelumnya seh mau nginep di rumah teman yang berlokasi di daerah Citayam. Namun setelah ngajak temen2 mreka pd gak mau, temen2 lebih memilihi tinggal di Asrama dekat kampus nya dengan biaya per kamar 98 ribu rupiah. Namun satu kamar ada yang 3 dan 2 orang, jadi mereka patungan. Sayang disayang..,pada saat itu keadaan ekonomi pada bulan November sedang kritis. Karena biaya pelatihan itu saya tanggung sendiri,,itupun sampai pinjam uang sana sini. Alhamdulillah dapat tunjangan dari Kakak yang baik hati. hehehe...! Karena ga ada hepeng jadi ga enak kl ikutan nginep, ntar emangnya nggak makan, jalan-jalan, jajan..!!! Huuuh,,,memang menyedihkan. Namun dlam situasi sesulit apapun kita harus tetap sabar dan solutif tentunya.
Akhirnya saya memutuskan untuk mengendarai motor sendiri ke IPB. Hai pertama memang pagi saya masih ada jadwal ujian yang seharusnya jam 10 mulai,,,ini jam 11-an baru mulai.,,, jadinya selesai ujian jam 12.30 siang. Selesai shalat Dzuhur langsaung caw dehhh! Eeiitt.., tapi setelah cek n' ricek,, ternyata uang pegangan cuman punya 4.800 rupiah. Perjalan ke IPB PP mpe ntar pulang ke Pondok Gede cukup mustahil dengan berbekal uang hanya 4.800 rupiah. Jadi ajah minjem ke temen dulu 5.000 rupiah. Berangkat dehhh, isi bensin di jalan 5.900 rupiah pake Pertamax 1 liter. Mengingat perjalanan jauh, dan khawatir ada banjir. So untuk mengantisipasi mesin mati di tengah jalan jadi pake pertamax.

Meraba-raba jalan..., itu yang dilakukan sepanjang jalan menuju IPB. Ditambah gerimis hingga hujan lumayan lebat jadi bikin basah kuyup baju dari atas sampe bawah. Jas hujan-jas hujan....,basah-basah...! Fuiiihhh..., ternyata jalannya jauhhhh banget belom sampai deket jalan petunjuk ke arah alternatif IPB lewat Situ Gede,,,lewat perkampungan dengan lebar jalan 1 mobil, kalau aad 1 mobil lagi jadi mepet. Jalnnya ituh...,woww naik turun...,nanjak dan menurun. Yang sangat mengerikan itu di belokan yang sangat curam dan menanjak. Harus hati-hati tuh,,,pencet klakson wajib saat melewati jalan seperti itu.

Alhamdulillah..,akhirnya sampai juga di IPB jam 3 sorean. Di sana keliling-keliling dulu nyari kelas 101 B dimana yah,,,,nanya ma orang di sana masa pada ga tau. Baru setelah sms an sama teman dia bilang deket kantin. So langsung cabut ke arah kantin. Disana pun masih celingukan,,, coz dari arah kantin terdiri beberapa ruas jalan. Lagi deh jalan-jalan mutar-muter...,akhirnya ketemu juga. Tapi setelah dipikir-pikir...,MALU coz acara itu mulainya dari jam 08.00-16.00. Jadi cuma lewat aja gitu trus shalat Ashar dulu deh. Habis konfirm-konfirm sama teman akhirnya memutuskan untuk ga masuk lokasi acara, namun ngobrol2 aja sama panitianya. Dan akhirnya menyatakan ikut ujian akhir buat dapetin Sertifikat ISO 9001.
Udah kelarrr,,,ketemuan sama teman-teman...,,,pulang deh menuju Pondok Gede. Balum tau berapa lama yah kira2 pulang nyampe rumah dari IPB jam 5 sore.

OTW Pondok Gede...,waduhhh,ko jadi rada lupa jalan pulang yah. Akhirnya meraba-raba jalan lagi dan terseat 1x yang kemudian balik lagi melewati jalan yang sama. Waktu itu tersasar yang ke arah Tanggerang. Jalan lagi..,namun liat keadaan bensin kayaknya udah mulai kritis nih perlu diisi. Akhirnya berhentilah di depan pom bensin dan cek n' ricek keuangan yg ada di dompet dulu. Masya Allah..., ternyata uang yang ada di dompet cuma ada 4.200 rupiah. Jadi kl mau ngisi premium kurang 300 rupiah. Akhirnya bongkar muatan dulu tuh dari mulai saku baju sampe isi tas dirigih-rogoh untuk mencari sekedar recehan 500 rupiah aja duah ketolong dehh. Eh tapi setelah dicari2 gak ketemu juga uang recehan sepeserpun gak ada. Untung nya ada ATM Mandiri, trus ngcek saldo,,ya ampyurrr,,, cuman ada 78.000 rupiah..., Kesimpulannya jadi gak bisa ngambil uang di ATM. So..,jadi ajah tercenung di depan ATM sambil mikir nih mau tetep beli sambil terus terang bilang kl kurang 300 ato beli cuman 4.200 aja bisa gak yaa??? Kepikiran juga mau ngobrol sama orang yg ada di sana..,tapi sama siapa kira-kira orang yg bisa diajak ngobrol dan ngasih uang 500 rupiah??? Hadoooh gimana yuah..! Ada sekitar setengah jam lebih tercenung, dan akhirnya memutuskan untuk mencari uang recehan lagi. Firasat mengatakan kl pernah nyakuin 500 rupiah di jaket tapi ko gak ada yah...,ehhh pas dikoreh-koreh lagi ternyata ketemu juga uang 500 rupiah di jaket depan. Alhamdulillah.., langsung cabut deh isi bensin trus jalan pulang. Nyampe humz waktu itu sekitar jam 8an kurang dikit lah..,lupa seh.

Esok harinya sudah direncanakan bakal berangkat jam setengah 6 pagi. Tapi...,jd berangkat jam 6an. Untuk hari ini saya berbekal cukup jadi tak usah repot bakal kekurangan lagi seperti kemarin, hehehe...! Alhamdulillah kalo berangkat pagi dari Pondok Gede menuju IPB lancarrr banget. Acara berjalan sedemikian rupa sampe selesai, and say good bye sama teman-teman. Tiba-tiba jadi ingat sama kunci motor. Dicari-cari di tas dan di saku gak ada. Hilang...,tapi emang perasaan tadi pagi lupa ngelepas kunci motor gitu apa yah...?!?! Akhirnya langsung lari ke arah parkiran motor, dan ternyata motor lenyap tanpa bekas..., kemana sehh??? Akhirnya dicari-cari alhamdulillah ketemu di depan pos satpam.
"Pak..,itu motor saya kuncinya lupa ketinggalan Pak, maap!" Kata saya.
Trus kata Satpam nya. "Neng ini bagaimana..,ini daerah sangat rawan...,udah banyak orang yg ilang motor di daerah sini..., untung saya tadi sempet ngamanin. Coba kalo orang lain yang liat kuncinya masih kgantung pasti di bawa kabur. Dan terus terang neng,,kalo ilang motor itu jarang ada yang bakal ketemu. Bagaimana nanti saya harus tanggung jawab nih neg..., haduuhhh..!!"
Jadi saya yang dimencak-mecak sama satpam tuhhh..! Trus balik lagi buat ngambil tas sama pamitan ma teman2. Sambil niat nih mau kasih berapa yah satpam buat rasa terima kasih.? Akhirnya memutuskan untuk ngasih 10 rebu aja deh. Jadi aja alhamdulillah motor bisa terselamatkan dan bisa kembali di bawa pulang tanpa kekurangan suatu apapun. hahahaha....,aya aya wae nya pangalaman hirup teh!!! A_A'